Tips Eco-Driving

toyota di jakarta
Toyotajakarta.com - Pernakah Anda mendengar istilah eco-driving?

Eco-driving adalah istilah cara mengemudi yang bertujuan untuk mendapatkan penggunaan energi yang efisien pada kendaraan Anda, Ini adalah cara yang bagus dan mudah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar saat berkendara dan mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya. selain itu eco-driving juga berperan pada lingkungan kita. Mungkin belakangan
kita pernah mendengar isu pemanasan global. Salah satu penyumbang pemanasan global adalah penyerapan gas rumah kaca yaitu CO2 (karbon dioksida). sektor transportasi menempati posisi kedua dalam penyumbang emisi karbon terbesar. Untuk mengurangi emisi CO2 tersebut, salah satunya adalah dengan eco-driving.

TIPS ECO-DRIVING.
A. Sebelum berkendara :

Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang disarankan oleh Toyota.
Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga sangat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin dan akan menghasilkan gas buang yang lebih bersih.

Periksa tekanan angin ban secara visual sebelum berkendara, dan periksa tekanan dengan menggunakan alat ukur setidaknya 1 bulan sekali.
Pastikan tekanan sesuai standart menggunakan Tire Presure Gauge (dapat dilihat di buku manual). Jika tekanan kurang maka bisa menyebabkan keausan ban yang tidak normal dan boros bahan bakar.

Hindari muatan yang berlebihan.
Membawa beban lebih berat, dibutuhkan tenaga yang lebih besar pula yang artinya konsumsi bahan bakar lebih banyak. Keluarkanlah barang-barang yang tidak di perlukan dari mobil.

Service mobil secara berkala.
Saringan udara dan oli kotor, busi yang aus, oli mesin lama tidak diganti, knalpot bocor dan masalah pada sistem kontrol emisidapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Lakukan service berkala agar kendaraan selalu dalam kondisi maksimal.

B. Saat berkendara :

Lakukan akselerasi/penekanan pada pedal gas secara perlahan (bertahap).
Hindari start dengan akselerasi tinggi, jika dirasa tenaga sudah cukup, segera pindahkan gigi yang lebih tinggi. akselerasi mendadak dapat mengakibatkan terjadinya konsumsi bahan bakar secara berlebihan.

Hindari membebani mesin atau putaran mesin berlebihan.
Gunakan posisi roda gigi yang sesuai dengan kondisi jalan.

Hindari akselerasi dan deselerasi mendadak yang terus menerus.
Berkendara dengan sering berhenti dan berangkat lagi (Stop&Go) membuat bahan bakar boros.

Jangan meletakan kaki Anda pada pedal kopling (Transmisi manual) saat berkendara atau berkendara dengan setengah kopling.
Hal ini bisa menyebabkan keausan kopling lebih cepat, kopling menjadi terlalu panas (Selip), dan boros bahan bakar.

Hindari pengereman yang tidak perlu.
Pertahankan dengan kecepatan tetap. jaga jarak yang tepat dari kendaraan didepan Anda untuk menghindari pengereman mendadak.

Pertahankan pada kecepatan yang cukup wajar di jalan tol.
Apabila Anda berkendara semakin lebih cepat, konsumsi bahan bakar semakin lebih boros. Dengan mengurangi kecepatan Anda, Anda akan menghemat konsumsi bahan bakar.

Hindari mesin idling (Menyala dalam kondisi netral) terlalu lama
Matikan mesin kendaraan jika sedang menunggu lama, dan kemudian dihidupkan lagi.

Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperatur tidak terlalu dingin atau matikan bila perlu.
Begitu pula dengan peralatan listrik lainnya. Hal ini menyebabkan kerja kompresor tidak terlalu lama dan mengurangi beban besar pada mesin sehingga akan menghemat konsumsi bahan bakar.

Tutup jendela pada kecepatan tinggi.
Mengemudi dengan jendala terbuka dengan kecepatan tinggi akan mengganggu aerodinamika kendaraan dan menurunkan nilai ekonomis bahan bakar.